22 Maret 2015

Kopdar Bukalapak Solo

Dari kiri: Oom Jeep, om belum kenalan, om Rully juragan kamera, om Fajar FBD Kamera, om Iyan, om Juragan onderdil sepeda, dan saya...


Alhamdulillah sempat "menyelundup" ke acara kopdar Bukalapak Solo. Lho, kok menyelundup? Hehe... iya, karena bukan wong Solo. Dibela-belain jauh-jauh dari Pekalongan hanya supaya dapat menyedot ilmu dari para master seller Solo.

Asli, acara kopdarnya Bukalapak ini termasuk acara yang sangat-sangat berbahaya! Betapa tidak, di dalamnya mengandung "virus" yang sangat cepat menular. Gegara ikut acara ini, sepulangnya saya terserang "flu" kemaruk bisnis. Sampai-sampai ketika mendapati produk kaos distro islami yang cukup keren, saya rela menguras isi ATM. Haha...

Namun di balik gegap gempitanya acara ini, ada dua hal yang saya sesali. Pertama, karena tidak bawa kamera. Jadi hanya ngiler dan mupeng lihat para juragan pada narsis. Belum lagi, dengar-dengar ada kontes selfie... Walah, nasib... Tapi untungnya om Fajar baik hati, saya bisa nunut narsis groupi bareng mereka... Matur suwun om Fajar.

Penyesalan kedua, karena saya tidak dapat goodie bag-nya... hiks...

10 Februari 2015

Hafidz Telah Menemukan "Mesin Waktu"nya

Hafidz (alm) dan kakak perempuannya
Sepulang menjemput anak keempatku, kami langsung menuju ke rumah Rahma, teman sesama SEFTer, di desa Mayangan, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Sebetulnya keinginan ke sana sejak mendengar kabar adiknya, Hafidz (16) dikabarkan hilang. Hafidz adalah siswa kelas X SMALB Negeri Wiradesa yang terseret arus sungai Pencongan, Selasa (3/2) lalu.

Tim SAR dan kepolisian yang mencoba menyisir DAS Pencongan hingga ke pintu air dekat muara tak kunjung mendapatkan hasil. Akhirnya pada H+3 upaya dihentikan. Tim SAR menyerah, keluarga pun pasrah.

Kabar mengejutkan Ahad (8/2) kemarin. Hafidz ditemukan di pantai Kartini, oleh tim SAR Jepara! Masya Allah, itu sama dengan perjalanan 170 KM!!! Jenazah Hafidz begitu datang, langsung masuk keranda dan disholatkan di masjid. Ia dimakamkan jelang maghrib, hari itu juga.

Hari ini, kutuliskan kisah Hafidz, dari penuturan Rahma, kakak perempuannya...

Sehari sebelum hilang di sungai Pencongan, Hafidz menunjukkan perilaku aneh. Ia silaturahim ke seluruh paman dan bibinya untuk meminta maaf. Ia juga minta potong rambut dan mandi keramas. Beberapa kali diskusi dengan kakaknya, temanya seputar "Mesin Waktu". Rupanya selepas menonton film Kiamat 2012, ia sangat terobsesi dengan sang mesin waktu ini. Ia menghayalkan untuk membeli mesin ini. Ketika diyakinkan bahwa itu cerita fiktif, yang hanya ada di film, ia bersikeras bahwa mesin itu benar-benar ada.

"Adanya di Amerika, Mbak... Memang di sini tidak ada yang jual. Nanti adik mau beli di sana ah..." begitu jawabnya.
Ketika sang kakak bertanya, "Kenapa sih, adik pengin sekali beli mesin waktu?"
"Biar bisa menemui ayah dan ibu, mbak... Adik mau minta maaf sama ayah dan ibu. Adik banyak berbuat dosa pada ayah..." jawabnya lugu.

O ya, sebagai informasi, mereka berdua sudah yatim piatu sejak dua dan satu tahun terakhir. Karenanya, satu-satunya tempat curhat Hafidz adalah Rahma, sang kakak. Mereka berdua tinggal di rumah peninggalan orang tuanya di desa Pencongan Wiradesa.

Rupanya, Selasa pekan lalu itu, ia telah menemukan sang "mesin waktu". Dan hari itu, bagi kakak satu-satunya, menjadi hari kelabu. Selamat jalan Hafidz, engkau sekarang pasti telah bahagia, bisa meminta maaf pada ibu dan ayahmu...

12 November 2014

Longmarch Ujung Negoro

Selasa, 11 November 2014, pukul 16.45 WIB, membersamai para santri bertolak menuju pantai Ujung Negoro Kabupaten Batang.

Rute yang dilalui: start dari pondok (SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan, sebagai Pos 1) - Jl. Ir. Sutami - melewati bawah jembatan Kalibanger - terus ke utara, melewati bawah jembatan Kereta Api - Jembatan Setono - ke timur, Jl. Raya Setono (Pos 2) - perempatan Degayu - ke utara menuju TPA Degayu (Pos 3) - susuri pantai Degayu-Kasepuhan - pantai Kasepuhan Kab. Batang (Pos 4) - Tempat Pelelangan Ikan Batang - Obyek Wisata Sigandu - susuri pantai Sigandu hingga Proyek PLTU Ujung Negoro (Pos 5) - finish di obyek wisata pantai Ujung Negoro (Pos 6)












Foto lainnya di sini

04 Oktober 2014

Cewek Idaman

Ini dia cewek idamanku

Lamaaa sekali saya mengidamkan punya cewek cantik. Alhamdulillah Idul Adha tahun ini terlaksana juga meminang si putih nan cantik ini. Maharnya cukup 11 juta saja.

Atas bantuan seorang kawan akhirnya saya bisa mempersembahkan ini untuk:

  1. Ibunda tercinta, Sudiyanti binti Raden Siswo Haryono,
  2. Ayahanda, Sijam Sami Adji bin Singa Bangsa,
  3. Nenek Aminah binti Tasli
  4. Nenek Rakmah binti Tasli
  5. Adinda Sinoro Puji bin Sijam Sami Adji
  6. Kakak Sinorowedi bin Sijam Sami Adji
  7. Kakak Sionalis binti Sijam Sami Adji

Nomor 1 sampai 5 sudah meninggal semua, semoga Allah mengasihi mereka. Sementara mas Sinorowedi dan mbak Sionalis masih hidup. Mereka bertujuh adalah orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan saya.

Ya Allah, Rabb yang telah mengilhamkan mimpi kepada nabi mulianya Ibrahim dan anaknya Ismail, tahun ini hamba absen dulu menunaikan syariat qurbanMU. Namun terimalah sekedar tanda cinta hamba untuk orang-orang terkasih hamba. Ampunilah dosa-dosa mereka dan sayangilah mereka lebih daripada mereka menyayangi hamba. Amiin...

04 September 2014

"Sesruput" Bimbingan dan Konseling

Namanya juga sesruput, jadi ya hanya sedikit saja. Ini tentang Bimbingan dan Konseling atau yang biasa disingkat BK. Sebuah ilmu yang baru saja saya ketahui dalam workshop sehari tadi. Workshop diadakan oleh Lembaga Bimbingan dan Konseling STAIN Pekalongan

Awalnya tak sengaja ikut. Pagi tadi mampir ke STAIN hendak menemui Pak Agus Farkhina, untuk urusan order cetak buku pedoman. Saya menyerahkan berkas kelengkapan CV untuk keperluan administratif tender, sembari mengambil gambar tampak depan rektorat untuk kebutuhan ilustrasi sampulnya nanti. Apalagi tahun ini kampus STAIN catnya berganti hijau, jadi fotonya harus ganti. Usai dari kantor pak Agus, mampir ke fotokopi di depan kampus. Di sana bertemu dengan ayahnya Daffa, santri saya.

"Lho, kok di sini Pak?" tanya saya.
"Iya tadz, ini habis sarapan, menunggu jam 8 nanti mau ikut workshop BK" jawabnya.
"Oh, jenengan mengampu BK to?"
"Iya... Lha SMPIT siapa yang datang?" tanya beliau
"Wah, saya malah belum tahu, coba nanti saya tanya kepala sekolah,"
"Ikut saja Tadz, karena Workshopnya untuk guru BK se-kota dan kabupaten Pelongan lho," ajak beliau.

Begitulah, akhirnya saya pun ikut. Di samping karena amanah dari kepala sekolah, juga didorong rasa ingin tahu seperti apakah rupa "makhluk" berjuluk BK ini.

Ternyata saya adalah peserta "liar", karena tidak membawa undangan maupun formulir pendaftaran. Untung saja panitia sepertinya masih butuh peserta sehingga saya diperkenankan masuk. Konon panitia hanya memilih seratusan undangan saja dari jumlah 500-an orang guru BK SMP, SMA, SMK se-kota dan kabupaten Pekalongan.

Seperti lazimnya, pembukaan telah lewat setengah jam-an dari jadual jam 8. Panitia menampilkan 3 orang panelis: Dr. Ninik Suharini, S.Pd.,M.Si, Dr. Hj. Fitri Sukmawati, M.Psi., Dr. Siti Khorriyatul Khotimah, M.Psi.

Panelis pertama, bu Rini yang seorang pengawas sekolah di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, menyampaikan makalah tentang seluk beluk "Bimbingan dan Konseling", yang meliputi:
- Pengertian Bimbingan
- Pengertian Konseling
- Pengertian Bimbingan dan Konseling
- Tugas-tugas Perkembangan Remaja
- Bimbingan dan Konseling di Sekolah
- Pola Organisasi Bimbingan dan Konseling di Sekolah
- Tugas Bimbingan dan Konseling
- Latar Belakang Psikologis dalam Proses Pendidikan di Sekolah
- Pendekatan Bimbingan dan Konseling

Panelis kedua, bu Fitri (dosen IAIN Pontianak) memaparkan makalah yang berjudul: "Problema Remaja dalam Pembelajaran dan Hubungan Interpersonal", yang meliputi:
- Pendahuluan
- Fase Pertumbuhan Manusia
- Dampak Negatif
- Masalah yang Muncul
- Jenis Penanganan
- Definisi Kecerdasan Interpersonal
- Dimensi Kecerdasan Interpersonal

Panelis terakhir, bu Khotim yang seorang dosen UIN Surabaya, menyampaikan makalah "Aplikasi Biblioterapi dalam Pembelajaran sebagai Salah Satu Teknik Konseling di Sekolah". Terdiri atas:
- Definisi Biblioterapi
- Tujuan Menerapkan Biblioterapi
- Tahapan Menyajikan Biblioterapi
- Bagaimana Siswa Berubah (Proses Biblioterapi)
- Aplikasi Biblioterapi dalam Pembelajaran

Sesi kedua setelah istirahat sholat dan makan siang, adalah diskusi kelompok. Saya masuk dalam kelompok 4 yang karena anggotanya hanya 2 orang, maka merger dengan kelompok 3 yang juga cuma hadir 2 orang. Rupanya setelah break tadi banyak yang tidak kembali ke workshop. Kelompok 3+4 ini diketuai oleh mas Imam dari MA Hasballah Karanganyar, sekretaris saya, anggota mas Muhaimin dari MASS Proto dan pak Khusaini dari MA Hifal Buaran, mendapat tugas mendiskusikan "Problematika Guru BK"

Dari hasil diskusi disimpulkan bahwa problematika guru BK (yang kemudian diralat oleh pak Abdullah, mengacu peraturan mendiknas istilah yang benar adalah guru pembimbing) sebagai berikut:
- Selama ini fungsi guru BK di sekolah hanyalah sebagai "polisi" yang berwajah seram.
- Banyak juga yang hanya sebagai petugas administratif, merekap skor pelanggaran siswa oleh guru piket.
- Kurang pahamnya personel guru BK sendiri dan rekan sejawatnya terhadap tupoksi guru BK.
- Latar belakang pendidikan guru BK banyak yang tidak berasal dari disiplin ilmu ke-BK-an.
- Guru BK adalah "superman" yang kudu siap ditumpahi berbagai problema siswa di sekolah.
- Guru BK seringkali hanya menjalankan fungsi kuratifnya, belum maksimal pada fungsi prefentif dalam menjalankan tugasnya di sekolah.

Kelompok juga mendiskusikan alternatif solusinya:
- Guru BK harus mengubah citra seram, dengan "masuk" kepada dunia remaja.
- Merekomendasikan stakeholder pendidikan untuk membuat tupoksi semua pemangku jabatan dan mensosialisasikannya.
- Guru BK harus senantiasa meningkatkan kapasitas diri, antara lain dengan cara:
   * Kuliah lagi mengambil jurusan BK
   * Sharing dengan sesama guru BK
   * Memperbanyak membaca artikel-artikel ke-BK-an dan studi kasus, baik melalui internet maupun media lainnya.
- Memanfaatkan 2 jam tatap muka untuk menjalankan fungsi prefentif
- Merekomendasikan sekolah yang belum mengalokasikan waktu untuk BK masuk dalam jadual tatap muka (KBM)
- Merekomendasikan STAIN Pekalongan untuk membuka Program Ekstensi pada Prodi BK Islam nya.

Demikian, sekilas tentang BK dan pengalaman saya hari ini. Semoga bermanfaat...

15 Januari 2014

Jadi Remaja yang Lebih Bermakna Bersama SEFT



Nurhadi SHT, trainer dari Komunitas SEFTer Assalaam sedang memberikan materi Deep SEFT
kepada para santri SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan

Press Release yang dibuat oleh ustadzah Azmi:

Shalawat Nabi SAW begitu ramai terdengar mennjelang hari Maulid Nabi SAW 12 Robiul Awal 1435H yang bertepatan pada hari Selasa, 14 Januari 2014. Shalawat bersama, jalan sehat, pengajian dan masih banyak sekali alternatif acara yang diadakan oleh masjid atau lembaga-lembaga tertentu. Pastinya SMPIT Assalaam Boarding School Pekalongan yang tahun ini sudah dua angkatan juga tak ingin tertinggal untuk membuat momen spesial di hari Maulid Nabi SAW. Meskipun sebenarnya tidak terlalu mengkhususkan hari Maulid Nabi SAW karena setiap hari ummat Islam sudah seharusnya mengamalkan sunnah Rosul SAW. Tidak pada hari tertentu saja.

Hari libur kali ini diisi dengan kegiatan bermakna agar santri-santri SMPIT Assalaam—yang kerap disebut ABSP (Assalaam Boarding School Pekalongan)—ini senantiasa membuat perubahan baik di setiap harinya. Diawali dengan mengenal diri sendiri, memanfaatkan potensi diri disertai dengan usaha dan doa kepada Allah SWT. Acara difasilitasi oleh Komunitas SEFTer Assalaam, Nurhadi SHT selaku koordinator sekaligus menjadi pembicara inti bersama dua trainer lainnya yang juga sebagai pengajar di SMPIT ABSP, Didik Teguh Yuwono SPd dan Fadli Darojatun SPd.

“Kegiatan pelatihan SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) untuk Sukses Belajar ini ditujukan untuk semua santri dengan harapan dapat membantu mengatasi masalah emosi mereka serta membantu mereka mengenali diri agar mampu meraih impiannya di masa depan. Dengan demikian mereka juga akan berusaha selalu memperbaiki diri setiap hari," papar Nurhadi SHT. Kegiatan yang bertempat di kantor Radar Pekalongan ini terdiri dari dua sesi.  Sesi pertama berlangsung dari jam 08.30 hingga 12.00 WIB untuk kelas putri dan 13.00 hingga 17.00 WIB untuk kelas putra.

Tentu saja santri senang mengikuti kegiatan demikian. Tidak monoton dan penuh manfaat. Tak hanya menghabiskan waktu libur yang bertepatan dengan Maulid Nabi SAW ini dengan kegiatan yang biasa saja. Apalagi mereka sudah tergolong remaja yang membutuhkan banyak asupan dan bimbingan dari berbagai pihak agar menjadi pribadi yang lebih terarah serta tak menjadi ‘followers’ budaya lain yang justru makin menjerumuskan dalam kegiatan yang kurang bermanfaat.
Dengan adanya serangkaian kegiatan untuk mengisi hari Maulid Nabi Muhammad SAW ini semoga tujuan awal membentuk diri santri menjadi lebih baik pun tercapai walaupun semua itu tetap butuh waktu untuk berproses. Namun, pihak sekolah pun yakin setiap usaha yang baik akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa pula. Semoga ABSP makin berjaya.

21 Desember 2013

Tak Kusangka SEFT Bisa Bekerja Otodidak

Masih ingat tentang kalender SEFT yang saya disain tempo hari? Monggo, bagi yang belum pernah melihatnya, silakan dilihat kalender. ini...

Kesaksian ini disampaikan oleh temannya Andrew, sebut saja Bunga. Begini ceritanya...

Waktu itu Bunga sedang memprospek seorang temannya yang sedang menderita sakit: tertimpa kursi kayu pada jari kakinya hingga bengkak dan infeksi. Sudah beberapa hari ini teman Bunga tersebut tidak bisa berjalan normal. Bagaimana jalannya? Menurut penuturan Bunga, temannya ini mengesot. Ha? Ya, persis seperti film Suster Ngesot itu. Pernah nonton? Nggak? Sama dong. Hehe...

Nah, karena si Bunga ini yakin akan 'keampuhan' SEFT --walaupun dia sendiri belum pernah ikut Training SEFTnya-- maka dia bersikeras mengajak temannya ini untuk ikut training. Eh, atau jangan-jangan, karena motivasi ekonomi? Entahlah, jangan kita pikirkan itu. Yang jelas, Bunga tidak berhasil membujuk teman ngesotnya ini. Alih-alih berhasil, Bunga justru didebat habis saat promosi ajakannya. Hingga akhirnya Bunga merasa kewalahan dan menyudahi perdebatannya dengan kalimat, "Ya sudah, ini kalendernya, semua ada di sini. Silakan baca sendiri!"

Rupanya teman si Bunga ini tipe jaim. Dibawa kalender itu dan beringsut masuk kamar. Selang beberapa saat, tiba-tiba terdengar teriakan dari dalam kamar, "Alhamdulillah! Aku bisa berdiri! Lihat, bahkan aku bisa loncat-loncat!!"

Kontan orang-orang bergegas menuju kamar, termasuk Bunga yang belum pulang pamitan. "Ada apa ini?" kata orang-orang penasaran. "Lihat, aku bisa lompat sekarang!" jawab teman Bunga dengan mata berbinar. "Lho kok bisa, Mas?" Bunga dan orang-orang pun semakin penasaran. "Iya... Aku ikuti petunjuk yang ada di kalender ini... Aku tapping-tapping sendiri sesuai urutan di kalender," teman itu pun menjelaskan dengan penuh kesyukuran.

Subhanallah... saya yang mendengar kisah ini pun turut terharu, bangga dan bersyukur. Betapa tidak, kalender yang saya desain itu bisa 'menyembuhkan' penderitaan orang. Alhamdulillaah ya Allah...